Tag

, , ,

Gejala-gejala awal dari penyakit hati atau liver tidak spesifik atau terlalu umum. Gejala-gejalanya termasuk kurang nafsu makan, penurunan berat badan, dan muntah serta diare kronis yang berselang atau tidak terus menerus. Gejala muntah lebih umum terjadi dibandingkan diare. Minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya merupakan gejala awal, dan akan sangat baik jika dari gejala awal ini diperiksakan ke dokter untuk mendeteksi dini apakah ada kaitannya dengan penyakit hati.

Pada tahap awal penyakit ini, hati akan membengkak dan membesar. Seiring berkembangnya penyakit, sel-sel hati akan mati dan digantikan dengan jaringan yang luka. Hati kemudian menjadi kenyal dan keras, kondisi ini disebut sirosis. Kondisi hati yang sudah mengalami sirosis tidak dapat dikembalikan ke kondisi semula.

Sebelum penyakit hati ini mencapai tahap akhir (terminal stage), penyakit ini masih bisa disembuhkan dari kerusakan dan sembuh sampai hati kembali berfungsi normal. Hal ini dimungkinkan jika pengobatan yang tepat dilakukan sejak awal, tingkat penyembuhan tergantung pada penyebab kerusakan hati tersebut. Gagal hati akan terjadi jika 80 persen sel hati telah mati. Tanda-tanda dari gagal hati adalah penyakit kuning, hepatic encephalopathy, ascites, dan pendarahan spontan. Pengobatan gagal hati dilakukan dengan mengobati penyakit hati yang mendasarinya.

Penyakit kuning
Karena adanya gangguan fungsi hati, cairan empedu menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh, sehingga membuat jaringan terlihat kuning. Hal ini bisa terlihat dari penampakan kuning pada bagian putih mata dan selaput lendir pada gusi dan lidah. Bagian dalam telinga adalah area lain dimana pigmen warna kuning bisa dideteksi. Cairan empedu yang dikeluarkan ke dalam urin mengubah warna urin menjadi coklat gelap (warna teh).

Penyakit kuning bisa juga hasil dari kerusakan sejumlah besar sel darah merah, seperti pada penyakit hemolytic anemia akut. Pasca penyumbatan saluran empedu juga dapat menyebabkan penyakit kuning.

Hepatic Encephalopathy
Ini adalah jenis disfungsi otak yang disebabkan karena tingginya kadar amonia dan racun lain dalam darah. Amonia adalah produk dari metabolisme protein, dan biasanya secara normal dihilangkan dari aliran darah oleh hati yang sehat. Ketika hati sakit atau bermasalah, amonia terakumulasi sampai ke tingkat beracun dan memberikan efek beracun kepada otak.

Anjing dengan hepatic encephalopathy mengembangkan gejala seperti:

  • disorientasi/kebingungan
  • cara berjalan yang tidak stabil / tidak terkoordinasi
  • kadang-kadang lesu
  • perubahan perilaku
  • berliur
  • head-pressing, yaitu anjing menekan kepalanya ke dinding atau obyek lain tanpa alasan jelas
  • tidak konsentrasi
  • stupor/kondisi penurunan kesadaran

Gejala-gejala ini kadang bertambah kadang berkurang, dan lebih parah setelah memakan makanan yang tinggi protein. Kejang dan koma terjadi ketika Hepatic Encephalopathy sudah semakin parah.

Ascites/asites

Ascites | 107dog.wordpress.com

Ascites

Ascites adalah suatu kondisi medis dimana terjadi akumulasi cairan dalam rongga perut. Pada anjing penderita penyakit hati, kondisi ini disebabkan karena kadar protein serum yang rendah dan meningkatnya tekanan pembuluh darah vena yang mensuplai hati. Anjing dengan kondisi ascites memiliki tampilan perut bengkak atau kembung. Debaran dalam perut akan menghasilkan suara.

Pendarahan
Pendarahan spontan terjadi pada anjing yang mengalami penyakit hati tingkat lanjut. Umumnya lokasi pendarahan terjadi di perut, usus, dan saluran urin. Darah dapat terlihat pada muntahan, feses atau urin anjing. Bercak-bercak pendarahan (sebesar kepala peniti) bisa dilihat pada gusi. Memar bisa muncul di bawah bibir dan kulit. Kehilangan banyak darah dari pendarahan spontan relatif jarang terjadi, tetapi pendarahan yang tidak terkendali dapat menjadi masalah serius jika anjing tersebut terluka atau membutuhkan operasi.

Penyebab Penyakit Hati
Sejumlah penyakit, bahan kimia, obat-obatan dan racun bisa merusak hati.

Anjing yang menderita penyakit hepatitis dan leptospirosis secara langsung berdampak pada hati yang kemudian menjadi penyakit hati. Hati juga seringkali terlibat dengan penyakit seperti heartworm, Cushing’s syndrome, dan diabetes mellitus. Tumor primer dan metastatic adalah penyebab utama gagal hati pada anjing.

Bahan kimia yang diketahui dapat menyebabkan keracunan hati meliputi karbon tetraklorida, insektisida, dan timah hitam, fosfor, selenium, arsenik dan zat besi.

Obat-obatan yang bisa merusak hati termasuk gas anestesi, antibiotik, antijamur, obat cacing, diuretik, analgesik (termasuk NSAID), antikejang, testosteron (obat tetes), dan kortikosteroid. Sebagian besar reaksi obat berhubungan dengan dosis yang berlebihan dan/atau penggunaan jangka panjang.

Beberapa tanaman dan tumbuh-tumbuhan juga bisa menyebabkan gagal hati termasuk ragwort, jamur tertentu, dan ganggang biru-hijau. Jamur seperti aflatoxin, yang tumbuh pada jagung dan bisa mengkontaminasi makanan, bisa menyebabkan kerusakan hati yang parah.

Penyumbatan saluran empedu oleh batu empedu, cacing hati, atau pankreatitis jarang terjadi, tetapi bisa menjadi kemungkinan yang dipertimbangkan ketika anjing mengalami penyakit kuning yang tidak diketahui jelas.

Pengobatan penyakit hati pada anjing
Tes darah termasuk uji keasaman empedu, USG dan CT scan, memberikan informasi yang berguna, tetapi satu-satunya tes yang lebih meyakinkan adalah dengan biopsi hati. Prognosis untuk kesembuhannya tergantung pada berapa lama anjing terkena penyakit ini, seberapa parah kerusakan hati, dan apakah hati bisa disembuhkan melalui bedah atau cukup dikontrol dengan obat-obatan.

Pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Obat-obatan dan racun kebanyakan memberi efek sementara yang dapat dihilangkan ketika paparannya dihentikan. Penyumbatan saluran empedu dan beberapa tumor primer hati dapat diobati dengan operasi.

Selain mengobati penyakit hati, penting juga untuk mengontrol dan mencegah komplikasi, terutama hepatic encephalopathy dan pendarahan. Hal ini termasuk memberikan diet khusus yang rendah protein, menurunkan kadar amonia darah, menjaga faktor pembekuan darah, mencegah kejang, memperbaiki kelainan elektrolit, dan pemberian antacid untuk mencegah duodenal ulcer (luka pada usus) dan stomach ulcer (luka pada lambung).

Sumber: http://pets.webmd.com/dogs/liver-disease-liver-failure-dogs

Iklan